Tanpa judul

    



        
        Semarang, 26 Oktober 2025 — Di tengah hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak pagi, semangat para pemuda tak sedikit pun luntur. Ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas tetap memenuhi Pendopo Balaikota Semarang untuk mengikuti kegiatan Sarasehan Pemuda bertema “Co-Creation Semarang: Challenge Pemuda” yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Kota Semarang, Minggu (26/10).

        Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu menjadi ruang pertemuan yang hangat dan reflektif bagi pemuda-pemudi Kota Semarang untuk berbagi ide, harapan, dan komitmen dalam membangun kota.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan “Surat Cinta dari Pemuda untuk Wali Kota Semarang”, sebuah pesan simbolik yang mewakili suara generasi muda tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemuda. Dalam surat tersebut tersirat ajakan agar ruang partisipasi anak muda semakin terbuka lebar, terutama dalam proses pembangunan dan kebijakan publik.

        Suasana hangat terasa ketika perwakilan pemuda membacakan surat dengan nada tulus dan reflektif, menandai awal dari diskusi yang lebih mendalam tentang peran pemuda di masa kini. Usai pembacaan surat, kegiatan dilanjutkan dengan forum santai yang dihadiri berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan komunitas di Kota Semarang.

        Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Fatayat NU, Angkatan Muda Ka'bah, GAMKI, IPNU, IPPNU, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Katolik, Srikandi Pemuda Pancasila, REPDEM, serta PD Muhammadiyah Kota Semarang.
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, DPD KNPI Kota Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan “Sarasehan Pemuda” yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas pelajar di Kota Semarang. Acara ini menjadi wadah silaturahmi, refleksi, sekaligus konsolidasi semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

    Sementara dari komunitas muda, tampak hadir GenRe Kota Semarang, Forum Komunikasi OSIS, Kangmas dan Denok Kota Semarang, serta GenPI Kota Semarang. Dalam suasana akrab, para peserta saling berbagi pandangan dan gagasan tentang arah gerak pemuda ke depan. Banyak ide segar lahir, mulai dari penguatan ekosistem kolaborasi lintas organisasi, pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis komunitas, hingga pentingnya menjaga nilai gotong royong di era digital.

    Dalam sambutannya, Yohana Citra Mahardika, S.M salaku Ketua DPD KNPI Kota Semarang menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi seluruh anak muda untuk terus berkolaborasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum historis, tetapi pengingat bagi kita semua bahwa persatuan dan kolaborasi adalah kunci kemajuan bangsa. Dari Semarang, kita buktikan bahwa pemuda mampu berinovasi, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.” ujar Ketua DPD KNPI Kota Semarang.

     Melalui sarasehan ini, peserta diajak untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai peran strategis pemuda di era digital, tantangan kepemimpinan masa kini, hingga upaya menjaga nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh inspirasi, ditandai dengan berbagai sesi dialog, penampilan kreatif, serta deklarasi komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan di Kota Semarang.



        Sebagai penutup acara, Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardika, menyampaikan Pernyataan Sikap Pemuda Kota Semarang. Dalam pernyataannya, Citra menegaskan bahwa pemuda hari ini harus berani bersatu dan siap menghadirkan dampak nyata di masyarakat. “Persatuan pemuda adalah modal utama pembangunan kota. Kita harus siap berkolaborasi, berinovasi, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Pemuda Semarang bukan hanya pengamat, tapi pelaku perubahan yang berdampak,” tegas Citra.

        Dalam Pernyataan Sikap Pemuda Kota Semarang yang dibacakan, terdapat lima poin utama komitmen pemuda: 1. Persatuan adalah modal utama pembangunan kota. 2. Siap berkolaborasi dan menghadirkan inovasi. 3. Kontribusi berbasis kompetensi. 4. Menghidupkan kembali semangat gotong royong. 5. Pemuda sebagai agen perubahan berdampak. 6. Usai pembacaan, seluruh peserta berdiri dan bersama-sama menyerukan yel-yel penuh semangat: “Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat! Pemuda Bergerak!”


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama